Tidak semua keputusan penting diambil dengan suara keras.
Sebagian justru lahir dalam diam, ketika dunia terlalu sibuk memastikan arah yang sama.
Novel ini bermula pada satu masa yang masih segar dalam ingatan banyak orang: pandemi. Saat ketidakpastian menyebar lebih cepat daripada data, dan kepanikan menjadi bahasa bersama, seorang pemuda dari Subang memilih melakukan hal yang tidak populer—ia masuk ke pasar saham ketika hampir semua orang keluar.
Guntur Suroso adalah novel komedi sunyi tentang pilihan, disiplin, dan harga dari berjalan sendirian lebih lama dari yang direncanakan. Cerita ini tidak menawarkan motivasi instan, tidak menjanjikan kemenangan cepat, dan tidak mengangkat tokoh yang selalu benar. Yang disajikan adalah proses—lengkap dengan ejekan, kesalahan, kesepian, dan pertumbuhan yang pelan.
Pada halaman ini, pembaca dapat menikmati 5 bab awal secara gratis sebagai pengantar dunia dan karakter utama. Bab-bab ini disajikan utuh, tanpa potongan, dan tanpa spoiler terhadap perkembangan cerita selanjutnya.
Daftar Isi — 5 Bab Awal
Bab 1 — Masuk Saat Semua Keluar
Pandemi, kepanikan massal, dan satu keputusan yang diambil tanpa saksi.
Bab 2 — Anak ITB yang Tidak Paling Pintar
Tentang posisi yang biasa saja, dosen yang mencibir, dan satu pembimbing yang melihat lebih jauh.
Bab 3 — Bank Kecil yang Tidak Dianggap
Pertemuan dengan ide yang dianggap remeh, dan keyakinan minoritas yang bertahan dalam ejekan.
Bab 4 — Return yang Terlalu Cepat
Ketika pasar mulai pulih, dan disiplin diuji oleh hasil yang datang lebih cepat dari dugaan.
Bab 5 — Putus yang Membebaskan
Perpisahan tanpa drama, kesepian yang produktif, dan fokus yang akhirnya menemukan bentuk.
Tentang Cerita Ini
Novel ini tidak hanya berbicara tentang uang. Angka-angka hanyalah latar. Yang lebih penting adalah pertanyaan yang terus muncul di baliknya:
bagaimana seseorang menjaga kejernihan ketika dunia kehilangan keseimbangannya?
Dengan latar Subang—jauh dari pusat kekuasaan dan sorotan—cerita ini menyuguhkan ironi sosial tentang ambisi, pengakuan, dan keputusan yang tidak selalu ingin dipahami orang lain. Disampaikan dengan komedi sunyi dan observasi tajam, Guntur Suroso adalah kisah tentang membangun sesuatu secara pelan, sadar, dan bertanggung jawab.
Catatan untuk Pembaca
Cerita ini berlanjut.
Prosesnya tidak singkat, dan jawabannya tidak datang sekaligus.
Bab-bab berikutnya tidak dibuka gratis—bukan untuk menahan, tetapi karena beberapa perjalanan memang perlu diikuti sampai tuntas agar maknanya tidak terpotong.
Terima kasih telah membaca lima bab awal ini.
Semoga cerita ini memberi ruang untuk berpikir—dan mungkin, untuk tidak terburu-buru mengambil arah yang sama dengan semua orang.
Penulis: Sahir Alim

.png)
Komentar
Posting Komentar