Ada peristiwa dalam sejarah yang tidak selesai ketika api padam dan jalan kembali dibuka.
Ia tinggal lebih lama—di rumah, di kebiasaan, di cara orang menyebut nama, dan di pintu yang ditutup sedikit lebih cepat dari biasanya.
Mulai hari ini, lima bab awal novel Mei yang Tak Pernah Usai — Cindo di Tanah Jawa resmi dibuka gratis sebagai teaser untuk pembaca.
Teaser ini bukan ringkasan, bukan potongan acak, dan bukan versi ringan dari novel penuh. Lima bab ini adalah fondasi utuh dari keseluruhan cerita—ditulis dengan standar sastra dan etika yang sama seperti novel lengkap yang akan terbit secara mandiri pada Juli mendatang.
Tentang Novelnya
Mei yang Tak Pernah Usai adalah novel yang mengambil latar peristiwa Reformasi 1998 di Jakarta, namun tidak menempatkan peristiwa tersebut sebagai tontonan atau kronologi sejarah. Novel ini memilih jalur yang lebih sunyi: mengikuti satu keluarga, satu rumah, dan satu rangkaian keputusan kecil yang harus diambil ketika dunia di luar mulai sulit dibaca dengan cara lama.
Reformasi hadir bukan sebagai slogan atau tuntutan politik, melainkan sebagai pengalaman—sebagai bunyi yang terdengar berbeda, sebagai jarak yang berubah, dan sebagai diam yang perlahan menjadi keputusan.
Novel ini tidak berusaha menjelaskan segalanya. Ia tidak menunjuk siapa yang benar atau salah. Ia hanya mengajak pembaca untuk tinggal sejenak di ruang yang sering terlewatkan oleh sejarah: ruang kehidupan sehari-hari yang terdampak peristiwa besar, tetapi jarang diberi suara.
Mengapa Lima Bab Ini Dibuka Gratis?
Keputusan membuka lima bab awal secara gratis bukan strategi promosi cepat, melainkan bentuk kepercayaan. Kepercayaan bahwa pembaca berhak mengenal dunia cerita ini secara utuh sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Bab 1–5 memperkenalkan:
-
rumah sebagai pusat cerita,
-
kota sebagai pengalaman yang berubah,
-
bunyi dan diam sebagai bahasa utama,
-
serta cara bertahan yang tidak heroik, tetapi manusiawi.
Tidak ada klimaks besar di lima bab ini. Tidak ada resolusi. Yang ada adalah proses—perlahan, tenang, dan jujur—tentang bagaimana sebuah kehidupan mulai bergeser tanpa pernah diberi aba-aba.
Cara Membaca Teaser
Teaser ini disarankan dibaca dengan jeda. Tidak perlu ditamatkan dalam satu duduk. Novel ini tidak dirancang untuk dikejar, melainkan untuk ditemani.
Jika setelah membaca muncul rasa tidak nyaman yang tenang, kesedihan yang tidak dramatis, atau pertanyaan yang tidak segera menemukan jawaban, itu bukan kegagalan cerita. Justru di sanalah ingatan mulai bekerja.
Baca 5 Bab Awal Mei yang Tak Pernah Usai — Cindo di Tanah Jawa Klik Disini
Tentang Penulis dan Penerbitan
Novel ini ditulis oleh Sahir Alim dan akan diterbitkan secara self-publish pada bulan Juli. Versi lengkap akan tersedia dalam edisi cetak dan digital, dengan standar sastra dan market yang dijaga secara konsisten.
Informasi lanjutan mengenai jadwal rilis, pre-order, dan edisi lengkap akan diumumkan melalui blog ini dan kanal resmi penulis.
Lima bab ini adalah undangan, bukan janji.
Jika Anda memilih untuk melanjutkan, semoga kisah ini menemani—
bukan hanya untuk dibaca,
tetapi untuk diingat.
Selamat membaca.


Komentar
Posting Komentar