Langsung ke konten utama

Bedanya ISBN dan ISSN: Panduan Akademik Sistematis untuk Publikasi Ilmiah

 

Bedanya ISBN dan ISSN: Panduan Akademik Sistematis untuk Publikasi Ilmiah

Pendahuluan

Dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah, identitas terbitan merupakan aspek fundamental yang sering kali menentukan kredibilitas, keterlacakan, dan pengakuan suatu karya. Buku, jurnal, prosiding, maupun terbitan berseri lainnya tidak hanya dinilai dari kualitas isinya, tetapi juga dari kelengkapan metadata publikasi yang menyertainya. Dua elemen penting yang sering muncul dalam konteks ini adalah ISBN dan ISSN.

Meskipun istilah ISBN dan ISSN cukup familiar di kalangan mahasiswa dan akademisi, pemahaman mengenai perbedaan, fungsi, dan penggunaannya masih sering menimbulkan kebingungan. Kesalahan umum yang kerap terjadi adalah penggunaan ISBN pada terbitan yang seharusnya menggunakan ISSN, atau sebaliknya. Kekeliruan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek administratif, tetapi juga dapat memengaruhi validitas publikasi dalam konteks pengindeksan dan penilaian akademik.

Urgensi pemahaman mengenai perbedaan ISBN dan ISSN semakin meningkat seiring dengan tuntutan publikasi ilmiah yang terstandar. Dalam proses penilaian kinerja akademik, akreditasi jurnal, maupun pelaporan luaran penelitian, identitas publikasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai ISBN dan ISSN menjadi kebutuhan mendasar bagi mahasiswa, peneliti pemula, dan akademisi.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan edukatif dan sistematis mengenai perbedaan ISBN dan ISSN. Pembahasan mencakup konsep dasar, komponen utama, prosedur penerapan, interpretasi penggunaan, serta tips dan kesalahan umum agar pembaca dapat menggunakan ISBN dan ISSN secara tepat dalam konteks publikasi akademik.


Konsep Dasar ISBN dan ISSN

ISBN (International Standard Book Number) dan ISSN (International Standard Serial Number) merupakan sistem penomoran internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi terbitan secara unik. Kedua sistem ini dikembangkan untuk memudahkan pengelolaan, distribusi, dan pengindeksan publikasi di tingkat global (International ISBN Agency, 2023; ISSN International Centre, 2022).

ISBN dikhususkan untuk mengidentifikasi buku dan terbitan sejenis yang bersifat monograf, yaitu terbitan yang selesai dalam satu judul atau satu volume. ISBN berfungsi sebagai identitas unik yang membedakan satu buku dengan buku lainnya, bahkan jika memiliki judul yang sama tetapi edisi atau penerbit berbeda.

Sebaliknya, ISSN digunakan untuk mengidentifikasi terbitan berseri, yaitu publikasi yang diterbitkan secara berkelanjutan dalam waktu tertentu, seperti jurnal ilmiah, majalah, buletin, dan prosiding berkala. ISSN tidak mengidentifikasi isi per edisi, melainkan mengidentifikasi judul terbitan secara keseluruhan.

Dalam praktik akademik, perbedaan fungsi ISBN dan ISSN sangat penting karena berkaitan dengan jenis luaran publikasi. Buku ajar, buku referensi, dan buku hasil penelitian memerlukan ISBN, sedangkan jurnal ilmiah dan terbitan berkala memerlukan ISSN. Pemahaman konseptual ini menjadi dasar sebelum melangkah ke aspek teknis penggunaan ISBN dan ISSN.




Jenis dan Komponen Utama ISBN dan ISSN

Komponen ISBN

ISBN modern terdiri atas 13 digit angka yang terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu prefiks, kelompok negara atau wilayah, identitas penerbit, identitas judul, dan digit pemeriksa. Setiap bagian memiliki fungsi spesifik dalam mengidentifikasi asal dan karakteristik buku (International ISBN Agency, 2023).

Sebagai contoh, ISBN memungkinkan identifikasi buku berdasarkan penerbit dan edisinya. Buku yang sama tetapi diterbitkan oleh penerbit berbeda akan memiliki ISBN yang berbeda, meskipun judul dan penulisnya sama.

Komponen ISSN

ISSN terdiri atas 8 digit angka yang dibagi menjadi dua kelompok, dengan digit terakhir berfungsi sebagai digit pemeriksa. Berbeda dengan ISBN, ISSN tidak mengandung informasi mengenai negara atau penerbit, melainkan berfungsi murni sebagai nomor identifikasi unik untuk judul terbitan berseri (ISSN International Centre, 2022).

Dalam konteks jurnal ilmiah, ISSN diberikan untuk judul jurnal, bukan untuk setiap volume atau nomor terbitan.

ISBN Cetak dan ISBN Digital

ISBN dapat dibedakan berdasarkan format publikasi, seperti ISBN untuk buku cetak dan ISBN untuk buku elektronik. Setiap format publikasi memerlukan ISBN yang berbeda karena dianggap sebagai produk yang berbeda secara bibliografis.

Hal ini penting dalam publikasi akademik berbasis digital yang semakin berkembang.

ISSN Cetak dan ISSN Elektronik

ISSN juga memiliki varian cetak dan elektronik, yang dikenal sebagai p-ISSN dan e-ISSN. Jurnal yang diterbitkan dalam dua format tersebut dapat memiliki dua nomor ISSN yang berbeda untuk masing-masing format.


Langkah-Langkah Penggunaan ISBN dan ISSN dalam Publikasi Akademik

Mengidentifikasi Jenis Publikasi

Langkah awal dalam penggunaan ISBN atau ISSN adalah mengidentifikasi jenis publikasi yang akan diterbitkan. Penentuan ini penting karena ISBN dan ISSN tidak dapat digunakan secara bergantian.

Publikasi yang bersifat monograf memerlukan ISBN, sedangkan publikasi berseri memerlukan ISSN.

Menentukan Format dan Media Publikasi

Setelah jenis publikasi ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan format media, apakah cetak, elektronik, atau keduanya. Penentuan format memengaruhi jumlah dan jenis nomor yang dibutuhkan.

Dalam konteks akademik, banyak publikasi saat ini tersedia dalam format digital, sehingga perhatian terhadap ISBN atau ISSN elektronik menjadi semakin penting.

Mengajukan Permohonan ISBN atau ISSN

Permohonan ISBN dan ISSN dilakukan melalui lembaga resmi yang ditunjuk di masing-masing negara. Proses ini melibatkan pengisian data bibliografis yang lengkap dan akurat.

Ketepatan data sangat penting karena informasi ini akan digunakan dalam sistem pengindeksan dan katalog internasional.

Mencantumkan Nomor pada Publikasi

Setelah nomor diperoleh, ISBN atau ISSN harus dicantumkan secara konsisten pada bagian yang sesuai, seperti halaman hak cipta buku atau halaman utama jurnal.

Pencantuman yang tepat membantu meningkatkan keterlacakan dan legitimasi publikasi.

Mengelola Metadata Publikasi

Langkah lanjutan adalah memastikan bahwa metadata publikasi, termasuk ISBN atau ISSN, tercatat dengan benar dalam sistem pengelolaan jurnal atau repositori institusi.

Pengelolaan metadata yang baik mendukung visibilitas dan pengindeksan publikasi akademik.


Interpretasi Penggunaan ISBN dan ISSN dalam Konteks Akademik

Interpretasi penggunaan ISBN dan ISSN berkaitan erat dengan tujuan publikasi dan pengakuan akademik. ISBN menunjukkan bahwa suatu karya diakui sebagai buku yang berdiri sendiri, sedangkan ISSN menunjukkan bahwa suatu karya merupakan bagian dari terbitan berseri.

Dalam penilaian kinerja akademik, perbedaan ini berimplikasi pada klasifikasi luaran penelitian. Buku ber-ISBN umumnya dikategorikan sebagai monograf atau buku referensi, sedangkan artikel jurnal ber-ISSN dikategorikan sebagai publikasi ilmiah berkala.

Pemahaman terhadap interpretasi ini membantu akademisi menyusun strategi publikasi yang sesuai dengan kebutuhan karier dan institusi. Kesalahan penggunaan ISBN dan ISSN dapat menyebabkan luaran penelitian tidak diakui sesuai kategori yang diharapkan.

Oleh karena itu, interpretasi penggunaan ISBN dan ISSN harus selalu dikaitkan dengan pedoman institusi dan standar publikasi ilmiah yang berlaku.


Tips, Catatan Penting, dan Kesalahan Umum

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan ISBN pada jurnal atau prosiding berkala. Kesalahan ini dapat menyebabkan kebingungan dalam pengindeksan dan penilaian akademik.

Kesalahan lain adalah tidak membedakan antara ISBN cetak dan ISBN digital, sehingga satu nomor digunakan untuk dua format yang berbeda. Praktik ini tidak sesuai dengan standar internasional.

Sebagai tips praktis, peneliti dan pengelola publikasi disarankan untuk memahami karakteristik publikasi sebelum mengajukan ISBN atau ISSN. Konsultasi dengan lembaga penerbitan atau pusat publikasi institusi juga sangat dianjurkan.

Selain itu, pencatatan metadata secara konsisten dan akurat menjadi langkah penting untuk menjaga kredibilitas publikasi akademik.

Baik. Berikut TAMBAHAN BAGIAN LENGKAP yang dapat langsung disisipkan ke dalam artikel “Bedanya ISBN dan ISSN” tanpa mengubah struktur utama. Bagian ini akademik, aplikatif, dan memperkaya isi sehingga artikel menjadi lebih kuat untuk mahasiswa, peneliti, dan pengelola publikasi.


Contoh Penggunaan ISBN dan ISSN dalam Publikasi Akademik

Untuk memperjelas perbedaan ISBN dan ISSN, berikut disajikan contoh penggunaan nyata dalam konteks akademik.

Contoh Penggunaan ISBN

Sebuah buku berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan yang diterbitkan sebagai buku ajar atau buku referensi wajib memiliki ISBN. Jika buku tersebut diterbitkan dalam dua format, yaitu cetak dan elektronik, maka masing-masing format harus memiliki ISBN yang berbeda. ISBN pada buku tersebut menunjukkan bahwa publikasi bersifat monograf dan selesai dalam satu judul.

Contoh Penggunaan ISSN

Sebuah jurnal ilmiah bernama Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran yang terbit dua kali dalam setahun memerlukan ISSN. Jika jurnal tersebut tersedia dalam versi cetak dan daring, maka jurnal dapat memiliki p-ISSN untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi elektronik. ISSN tersebut melekat pada judul jurnal, bukan pada setiap edisi atau volume.

Contoh ini menunjukkan bahwa ISBN dan ISSN tidak dapat dipertukarkan karena masing-masing memiliki fungsi identifikasi yang berbeda.


Kelebihan Penggunaan ISBN dan ISSN

Salah satu kelebihan utama ISBN dan ISSN adalah meningkatkan keterlacakan publikasi. Nomor standar ini memudahkan buku dan jurnal untuk diidentifikasi, dikatalogkan, dan diindeks dalam sistem nasional maupun internasional.

Kelebihan lainnya adalah meningkatkan kredibilitas akademik. Publikasi yang memiliki ISBN atau ISSN umumnya dipandang lebih resmi dan terstandar, sehingga lebih mudah diterima dalam pelaporan luaran penelitian, penilaian kinerja akademik, dan akreditasi.

Selain itu, ISBN dan ISSN membantu pengelolaan metadata publikasi. Dengan identitas yang jelas, pengelola perpustakaan, penerbit, dan institusi dapat mengelola koleksi publikasi secara lebih sistematis dan konsisten.


Kekurangan dan Keterbatasan ISBN dan ISSN

Meskipun penting, ISBN dan ISSN memiliki keterbatasan. Salah satu kekurangannya adalah tidak mencerminkan kualitas isi publikasi. Kepemilikan ISBN atau ISSN tidak menjamin bahwa buku atau jurnal memiliki mutu ilmiah yang tinggi.

Keterbatasan lain adalah potensi kesalahpahaman penggunaan. Banyak penulis pemula menganggap ISBN dan ISSN bersifat opsional atau dapat digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki fungsi yang sangat spesifik.

Selain itu, proses administrasi pengajuan ISBN atau ISSN dapat menjadi kendala bagi sebagian penulis atau pengelola publikasi yang belum memahami prosedurnya secara menyeluruh.


Catatan Akademik Tambahan

ISBN dan ISSN sebaiknya dipahami sebagai identitas administratif, bukan indikator mutu ilmiah. Oleh karena itu, penggunaan ISBN dan ISSN perlu disertai dengan penerapan standar penulisan, penyuntingan, dan etika publikasi yang baik.

Pemahaman yang tepat mengenai contoh, kelebihan, dan kekurangan ISBN serta ISSN membantu akademisi merencanakan strategi publikasi yang sesuai dengan tujuan akademik dan institusional.


Kesimpulan

ISBN dan ISSN merupakan sistem identifikasi publikasi yang memiliki peran penting dalam dunia akademik. Perbedaan keduanya terletak pada jenis publikasi yang diidentifikasi, yaitu monograf untuk ISBN dan terbitan berseri untuk ISSN.

Artikel ini menegaskan bahwa pemahaman yang tepat mengenai perbedaan ISBN dan ISSN sangat penting untuk menghindari kesalahan administratif dan memastikan pengakuan akademik yang sesuai. Dengan penggunaan yang tepat, ISBN dan ISSN dapat meningkatkan keterlacakan, kredibilitas, dan visibilitas publikasi ilmiah.

Penerapan pengetahuan ini secara mandiri diharapkan membantu mahasiswa, peneliti pemula, dan akademisi dalam merencanakan dan mengelola publikasi akademik secara profesional dan bertanggung jawab.


Daftar Pustaka (APA 7th Edition)

International ISBN Agency. (2023). ISBN users’ manual. https://www.isbn-international.org

ISSN International Centre. (2022). ISSN manual. https://www.issn.org

UNESCO. (2021). Scholarly communication and publishing standards. UNESCO Publishing.

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

Download Agile Processes in Software Engineering and Extreme Programming – Workshops

 This open access book comprises research workshop papers presented at XP 2022 and XP 2023, which are the 23rd and 24th International Conferences on Agile Software Development. The conferences took place on June 13-17, 2022, at the IT University of Copenhagen, Denmark, and on June 13-16, 2023, in Amsterdam, Netherlands. XP is a leading conference that brings together research and practice in agile software development. The forum is a distinct gathering where agile researchers, practitioners, thought leaders, coaches, and trainers convene to showcase and deliberate on their latest innovations, research findings, experiences, issues, difficulties, and trends. XP conferences offer a casual setting for acquiring knowledge and stimulating discussions, catering to both newcomers and experienced practitioners of agile methodologies. Download Agile Processes in Software Engineering and Extreme Programming – Workshops The workshops that occurred in 2022 were as follows: The next events in...

Download 66 Simple Rules for Entrepreneurs

This freely available book is your passport to achieving entrepreneurial triumph! Acquire pragmatic strategies to adopt an entrepreneurial mindset, identify potential prospects, establish crucial connections, craft captivating narratives, and expand your business endeavor. Uncover the strategies for conquering obstacles, effectively handling pressure, and navigating the process of decision-making in the ever-changing realm of entrepreneurship. Whether you possess extensive experience as an entrepreneur or are a novice in the field, these uncomplicated tools will direct you towards achieving success in the intricate entrepreneurial environment. Bid farewell to daunting choices and welcome a streamlined approach to realizing your entrepreneurial vision! This book also distinguishes itself from a textbook by abstaining from the use of intricate illustrations. Although examples might assist in making abstract concepts more tangible, we prefer to directly focus on the tangible aspects. Pre...

Download Palgrave Studies in Sub-National Governance

This series examines the requirements and customs of cities and regions as well as the formal structures of subnational governance and democracy. In books, edited compilations, and Palgrave Pivots will examine how territorial government will develop in the future. concept of territory-based democracy; how hybrid forms of functional governance and territorial government affect established institutions between public ideals, representational democracy, and government; what changes may be made to local and regional democracies to make them more effective; and what kinds of frameworks can be created to support minority groups' participation in urban decision-making.  Download Palgrave Studies in Sub-National Governance The series' books will also look at various forms of government, such as "quadruple" governance, "triple helix" governance, and the possibility of "multiple helix" governance. The show will also address societal topics such as energy tra...

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Download Evaluating Economic Success

This open access book makes the case that in order to address the many issues the world is currently facing, a new approach to policy is necessary. Meeting people's basic needs should be the top focus in order to improve results for everyone, especially for those who are impoverished or in unstable situations. To this end, the book creates a monitoring system that can serve as a goal, a motivator, and a standard of achievement for decision-makers in civil society and government at all levels, in addition to offering data to direct particular actions. In doing so, the book hopes to encourage good health and effective social functioning by offering a fresh method for evaluating the degree to which fundamental human needs are being satisfied. This entails keeping an eye on the economic results that should meet these demands. It will be of interest to practitioners as well as anybody with an interest in public policy, official statistics and monitoring, public health and welfare, or an...