Langsung ke konten utama

Kenapa Saya Menulis Lintas Genre - Sahir Alim

Kenapa Saya Menulis Lintas Genre

Saya menulis lintas genre bukan karena keinginan untuk terlihat serba bisa, tetapi karena pengalaman manusia tidak pernah hidup rapi di dalam satu kategori. Dalam kehidupan nyata, cinta bisa hadir bersamaan dengan kehilangan. Humor bisa muncul di tengah kesulitan ekonomi. Keputusan moral sering diambil di ruang sunyi, jauh dari sorak atau penilaian orang lain. Dan tragedi kolektif tidak berhenti pada peristiwa itu sendiri, melainkan berlanjut dalam cara manusia menjalani hari-hari setelahnya.

Jika saya membatasi diri hanya pada satu genre, saya akan memaksa pengalaman-pengalaman itu masuk ke bentuk yang tidak sepenuhnya jujur. Saya percaya tugas penulis bukan menyesuaikan hidup dengan genre, melainkan mencari bentuk yang paling tepat agar sebuah pengalaman dapat ditampung tanpa dikurangi atau dilebihkan.

Dalam karya-karya romance, saya menulis tentang hubungan manusia dengan waktu. Tentang keterlambatan, tentang kesiapan yang tidak datang bersamaan, tentang perasaan yang tidak selalu salah tetapi juga tidak selalu bisa diperjuangkan. Cinta dalam cerita-cerita saya jarang hadir sebagai ledakan besar. Ia lebih sering muncul sebagai percakapan yang tertunda, keberanian yang datang terlalu lambat, atau keputusan kecil yang terasa sepele namun mengubah arah hidup seseorang. Romance bagi saya bukan sekadar kisah kebersamaan, tetapi proses belajar tentang diri sendiri melalui orang lain.

Dalam novel-novel realisme dan fiksi etika, perhatian saya berpindah ke keputusan. Saya tertarik pada momen ketika seseorang harus memilih tanpa jaminan hasil. Tidak ada kepastian bahwa keputusan itu akan membawa kebahagiaan, penghargaan, atau kemenangan. Yang ada hanya kesadaran bahwa tidak memilih juga merupakan sebuah pilihan, dengan konsekuensinya sendiri. Tokoh-tokoh dalam cerita ini jarang bersuara lantang. Mereka bekerja, bertahan, dan melanjutkan hidup dengan cara yang mungkin tidak heroik, tetapi jujur.

Melalui satire, saya mendekati realitas dari sudut yang berbeda. Humor gelap dan absurditas bukan saya gunakan untuk melarikan diri dari kenyataan, melainkan untuk menyoroti hal-hal yang terlalu dekat dan terlalu biasa hingga sering dianggap wajar. Satire memberi jarak, dan jarak itu memungkinkan pembaca melihat ulang kebiasaan, struktur, atau nilai yang selama ini diterima tanpa pertanyaan. Saya percaya tawa yang paling bermakna adalah tawa yang menyisakan rasa tidak nyaman setelahnya.

Dalam fiksi trauma kolektif dan kesaksian kemanusiaan, saya menulis dengan kehati-hatian yang berbeda. Fokus saya bukan pada peristiwa traumatis itu sendiri, melainkan pada kehidupan setelahnya. Pada manusia yang harus kembali bekerja, mencintai, dan hidup di dunia yang sudah berubah, sementara luka belum sepenuhnya sembuh. Saya berusaha menghindari eksploitasi penderitaan dan memilih pendekatan yang menahan diri. Tidak semua hal perlu dijelaskan, dan tidak semua rasa perlu dipaksa keluar. Keheningan sering kali lebih jujur daripada penjelasan panjang.

Menulis lintas genre juga merupakan cara saya menjaga disiplin etis. Setiap genre memiliki tanggung jawabnya sendiri. Romance menuntut kehangatan dan kejujuran emosional. Realisme menuntut ketepatan dan kerendahan hati. Satire menuntut keberanian dan kecermatan. Fiksi trauma menuntut rasa hormat dan kesadaran batas. Dengan berpindah genre, saya dipaksa terus menyesuaikan cara bercerita, bukan mengulang formula yang sama demi kenyamanan.

Genre bagi saya adalah alat, bukan identitas. Identitas saya sebagai penulis tidak ditentukan oleh label di sampul buku, melainkan oleh sikap terhadap cerita yang saya tulis dan pembaca yang saya ajak masuk ke dalamnya. Saya berusaha menulis tanpa menggurui, tanpa menawarkan penghiburan palsu, dan tanpa memanipulasi emosi. Saya lebih tertarik pada kejujuran yang tenang daripada dramatisasi yang keras.

Saya juga percaya pembaca dewasa memiliki kapasitas untuk berpindah dari satu ruang emosi ke ruang lain. Pembaca yang menikmati romance tidak selalu menolak realisme. Pembaca yang tertarik pada satire tidak selalu alergi pada kesunyian. Selama sebuah cerita ditulis dengan disiplin dan menghormati kecerdasan pembacanya, genre bukanlah penghalang, melainkan pintu yang berbeda menuju pengalaman yang sama, yaitu pengalaman menjadi manusia.

Alasan yang sama juga menjelaskan mengapa beberapa karya saya saya tulis dan terbitkan dalam bahasa Inggris. Bahasa bagi saya bukan sekadar alat teknis, tetapi ruang. Ada pengalaman tertentu yang terasa lebih tepat ditampung dalam bahasa tertentu. Menulis dalam bahasa Inggris memberi jarak tambahan, memungkinkan saya menahan emosi dengan cara yang berbeda, dan membuka dialog dengan pembaca yang tidak hidup dalam konteks sosial yang sama dengan saya. Beberapa tema justru menjadi lebih jernih ketika ditulis dalam bahasa yang tidak sepenuhnya intim.

Selain itu, menulis dalam bahasa Inggris adalah cara untuk menguji apakah sebuah cerita tetap bekerja di luar konteks lokalnya. Jika sebuah konflik emosional, keputusan moral, atau pengalaman bertahan hidup masih dapat dipahami oleh pembaca dari latar budaya berbeda, maka cerita tersebut berdiri di atas fondasi manusiawi yang lebih luas. Saya tidak melihat bahasa sebagai pengkhianatan terhadap identitas, melainkan sebagai perluasan ruang dengar.

Saya juga menulis dan mempublikasikan karya di beberapa platform online. Bagi saya, platform bukan hanya saluran distribusi, tetapi ruang percakapan. Tidak semua cerita perlu lahir sebagai buku cetak. Beberapa cerita justru tumbuh melalui interaksi langsung dengan pembaca, melalui ritme unggahan, komentar, dan respons yang datang secara organik. Platform daring memungkinkan saya menguji nada, menjaga disiplin menulis, dan mendengar bagaimana sebuah cerita diterima tanpa lapisan institusional.

Menulis di berbagai platform juga mengingatkan saya bahwa pembaca hadir dalam beragam cara. Ada yang membaca cepat di sela waktu kerja. Ada yang membaca perlahan di akhir pekan. Ada yang hanya ingin satu cerita pendek, ada yang bersedia tinggal lama dalam narasi panjang. Menghadapi keragaman ini membantu saya tetap rendah hati dan sadar bahwa menulis bukan aktivitas yang terjadi di ruang tertutup.

Menulis lintas genre, lintas bahasa, dan lintas platform pada akhirnya adalah cara saya menjaga kejujuran terhadap proses menulis itu sendiri. Saya tidak ingin terjebak pada satu bentuk hanya karena ia berhasil di satu titik waktu. Saya lebih tertarik membangun praktik menulis yang berkelanjutan, yang memungkinkan saya terus belajar, terus menyesuaikan diri, dan terus mendengarkan.

Pada akhirnya, semua karya yang saya tulis, apa pun genrenya, bahasanya, atau tempat terbitnya, bergerak di poros yang sama. Saya tertarik pada manusia dalam keadaan tidak ideal. Pada hidup yang tidak berjalan sesuai rencana. Pada cinta yang tidak selalu berakhir bahagia, pada kerja keras yang tidak selalu berbuah kemenangan, pada keputusan yang harus diambil meski tidak ada jaminan apa pun. Saya menulis untuk mencatat, bukan untuk menghakimi. Untuk menemani, bukan untuk menyelamatkan.

Saya tidak sedang membangun satu genre, satu bahasa, atau satu platform. Saya sedang membangun sebuah arsip. Arsip tentang bagaimana manusia tetap hidup, tetap berjalan, dan tetap memilih, bahkan ketika dunia tidak memberi kepastian atau jawaban yang jelas. Jika untuk itu saya harus berpindah genre, berpindah bahasa, dan berpindah ruang publikasi, maka itulah bentuk kejujuran yang paling masuk akal bagi saya sebagai penulis.

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

Download Agile Processes in Software Engineering and Extreme Programming – Workshops

 This open access book comprises research workshop papers presented at XP 2022 and XP 2023, which are the 23rd and 24th International Conferences on Agile Software Development. The conferences took place on June 13-17, 2022, at the IT University of Copenhagen, Denmark, and on June 13-16, 2023, in Amsterdam, Netherlands. XP is a leading conference that brings together research and practice in agile software development. The forum is a distinct gathering where agile researchers, practitioners, thought leaders, coaches, and trainers convene to showcase and deliberate on their latest innovations, research findings, experiences, issues, difficulties, and trends. XP conferences offer a casual setting for acquiring knowledge and stimulating discussions, catering to both newcomers and experienced practitioners of agile methodologies. Download Agile Processes in Software Engineering and Extreme Programming – Workshops The workshops that occurred in 2022 were as follows: The next events in...

Download 66 Simple Rules for Entrepreneurs

This freely available book is your passport to achieving entrepreneurial triumph! Acquire pragmatic strategies to adopt an entrepreneurial mindset, identify potential prospects, establish crucial connections, craft captivating narratives, and expand your business endeavor. Uncover the strategies for conquering obstacles, effectively handling pressure, and navigating the process of decision-making in the ever-changing realm of entrepreneurship. Whether you possess extensive experience as an entrepreneur or are a novice in the field, these uncomplicated tools will direct you towards achieving success in the intricate entrepreneurial environment. Bid farewell to daunting choices and welcome a streamlined approach to realizing your entrepreneurial vision! This book also distinguishes itself from a textbook by abstaining from the use of intricate illustrations. Although examples might assist in making abstract concepts more tangible, we prefer to directly focus on the tangible aspects. Pre...

Download Palgrave Studies in Sub-National Governance

This series examines the requirements and customs of cities and regions as well as the formal structures of subnational governance and democracy. In books, edited compilations, and Palgrave Pivots will examine how territorial government will develop in the future. concept of territory-based democracy; how hybrid forms of functional governance and territorial government affect established institutions between public ideals, representational democracy, and government; what changes may be made to local and regional democracies to make them more effective; and what kinds of frameworks can be created to support minority groups' participation in urban decision-making.  Download Palgrave Studies in Sub-National Governance The series' books will also look at various forms of government, such as "quadruple" governance, "triple helix" governance, and the possibility of "multiple helix" governance. The show will also address societal topics such as energy tra...

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Download Evaluating Economic Success

This open access book makes the case that in order to address the many issues the world is currently facing, a new approach to policy is necessary. Meeting people's basic needs should be the top focus in order to improve results for everyone, especially for those who are impoverished or in unstable situations. To this end, the book creates a monitoring system that can serve as a goal, a motivator, and a standard of achievement for decision-makers in civil society and government at all levels, in addition to offering data to direct particular actions. In doing so, the book hopes to encourage good health and effective social functioning by offering a fresh method for evaluating the degree to which fundamental human needs are being satisfied. This entails keeping an eye on the economic results that should meet these demands. It will be of interest to practitioners as well as anybody with an interest in public policy, official statistics and monitoring, public health and welfare, or an...