1. What (Apa Itu Scopus Q4?)
Scopus Q4 adalah kategori peringkat jurnal ilmiah yang masuk dalam kuartil keempat (Q4) berdasarkan Scimago Journal Rank (SJR) yang dikelola Elsevier. Peringkat kuartil (Q1–Q4) didasarkan pada dampak sitasi dan reputasi akademik jurnal. Jurnal Q1 adalah yang paling bergengsi, sementara Q4 tetap terindeks Scopus namun berada di level bawah dalam hal sitasi dan pengaruh (Guerrero-Bote & Moya-Anegón, 2021).
Meskipun Q4 dianggap kurang bergengsi, jurnal ini tetap memiliki nilai penting, khususnya bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin menambah rekam jejak publikasi internasional dengan proses seleksi lebih ringan dan waktu publikasi yang relatif cepat.
2. Who (Siapa yang Menggunakan Scopus Q4?)
Scopus Q4 digunakan oleh:
-
Mahasiswa S2/S3 yang membutuhkan publikasi untuk syarat kelulusan.
-
Dosen dan Peneliti yang mengejar angka kredit kenaikan jabatan fungsional.
-
Universitas yang ingin meningkatkan skor akreditasi dan peringkat internasional.
-
Pemerintah/Institusi sebagai indikator produktivitas penelitian (Supriyanto & Sari, 2020).
Contoh: dosen di Indonesia sering diarahkan untuk publikasi minimal di jurnal Scopus (Q1–Q4) sebagai syarat sertifikasi dosen dan kenaikan jabatan akademik.
3. When (Kapan Scopus Q4 Digunakan?)
Publikasi di jurnal Scopus Q4 biasanya dipilih ketika:
-
Penulis butuh publikasi cepat untuk keperluan kelulusan.
-
Topik penelitian cukup baik namun belum memiliki novelty tinggi.
-
Targetnya pengakuan formal (misalnya syarat BKD dosen atau akreditasi kampus).
Dalam praktiknya, Q4 sering dijadikan “batu loncatan” sebelum peneliti mencoba jurnal Q2–Q1. Penulis dapat menguji kualitas artikel, melatih pengalaman peer-review, dan memperluas jaringan publikasi.
4. Where (Di Mana Scopus Q4 Diterbitkan?)
Jurnal Scopus Q4 diterbitkan oleh berbagai lembaga di seluruh dunia. Beberapa contoh:
-
Asia → Journal of Asian Finance, Economics and Business (JAFEB).
-
Eropa → Romanian Economic Journal.
-
Amerika Latin → Revista de Economia del Rosario.
Banyak jurnal Q4 juga tersedia dalam Open Access, sehingga artikel bisa diakses luas tanpa biaya pembaca (meski sering ada APC—Article Processing Charge).
5. Why (Mengapa Scopus Q4 Penting?)
Meskipun berada di level bawah, Q4 tetap penting karena:
-
Aksesibilitas: Proses publikasi relatif cepat dan persyaratan lebih fleksibel.
-
Pengakuan Akademik: Tetap diakui dalam sistem SINTA, BAN-PT, dan akreditasi internasional.
-
Pengalaman Penulis: Cocok bagi penulis pemula untuk mengenal proses peer-review.
-
Kredit Akademik: Menjadi syarat formal untuk kenaikan jabatan dosen dan penyelesaian studi.
6. How (Bagaimana Cara Publikasi di Jurnal Scopus Q4?)
Langkahnya relatif sama dengan jurnal Scopus lainnya:
-
Pilih jurnal Q4 sesuai bidang riset melalui Scimago Journal Rank.
-
Sesuaikan naskah dengan template jurnal.
-
Kirim melalui sistem OJS (Open Journal System).
-
Tunggu proses peer-review (biasanya lebih cepat dari Q1–Q2).
-
Revisi sesuai masukan reviewer.
Contoh: Mahasiswa ekonomi dapat memilih Journal of Asian Finance, Economics and Business (JAFEB) untuk publikasi riset skripsi atau tesis dengan tingkat penerimaan yang lebih besar dibanding Q1.
Jenis Jurnal Scopus Q4 dan Contoh
-
Bidang Ekonomi & Bisnis → JAFEB, Romanian Economic Journal.
-
Bidang Pendidikan → Universal Journal of Educational Research.
-
Bidang Sosial & Humaniora → Opción, Revista de Ciencias Sociales.
-
Bidang Kesehatan → Bangladesh Journal of Medical Science.
Keunggulan Scopus Q4
-
Waktu publikasi relatif cepat.
-
Proses review lebih ringan.
-
Tetap diakui dalam penilaian akademik.
-
Banyak pilihan jurnal Open Access.
Kekurangan Scopus Q4
-
Dampak sitasi rendah.
-
Kurang bergengsi dibanding Q1–Q2.
-
Beberapa jurnal rawan disalahgunakan (predatory journal).
-
Sulit dijadikan rujukan utama untuk riset global berskala besar (Rahman & Wulandari, 2022).
📊 Tambahan: Jurnal Ekonomi dengan First Decision ≤ 30 Hari
1. Journal of Political Economy (JPE)
-
Desk rejection: ±7–9 hari.
-
Catatan: hanya untuk desk reject; peer review penuh lebih lama.
2. Journal of Labor Economics (JOLE)
-
Desk rejection: ±3 hari.
-
Keputusan dengan review penuh: ±71 hari.
3. Quarterly Journal of Economics (QJE)
-
Median first decision: 35 hari.
-
Mean: 39 hari.
4. Journal of Population Economics (JOPE)
-
Rata-rata first decision: ±23 hari (full review).
5. The Economic Journal
-
Rata-rata first decision 2024: ±37 hari (turun dari 43 hari).
Ringkasan Perbandingan
| Jurnal | Tipe Keputusan | Rata-rata First Decision |
|---|---|---|
| JPE | Desk rejection | ±7–9 hari |
| JOLE | Desk rejection | ±3 hari |
| JOPE | Full review | ±23 hari |
| QJE | Full review | Median 35 / Mean 39 hari |
| The Economic Journal | Full review | ±37 hari |
Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan Anda
-
Butuh keputusan tercepat (1–2 minggu)? → JOLE (3 hari) atau JPE (7–9 hari).
-
First decision cepat dengan full review? → JOPE (23 hari).
-
Jurnal bereputasi tinggi meski >30 hari? → QJE (35–39 hari) & The Economic Journal (37 hari).
Ajakan Diskusi
Scopus Q4 memang bukan peringkat tertinggi, tetapi tetap menjadi pintu masuk penting bagi penulis pemula dan dosen yang mengejar publikasi cepat.
💬 Menurut Anda, apakah sebaiknya dosen dan mahasiswa Indonesia fokus dulu ke Scopus Q4 untuk pengalaman publikasi, atau langsung menargetkan Q1–Q2?
📚 Referensi (APA 2019–2024, Scopus-indexed & Books)
-
Guerrero-Bote, V. P., & Moya-Anegón, F. (2021). Comparative analysis of impact indicators in Scopus journals across quartiles. Scientometrics, 126(4), 3455–3472.
-
Rahman, A., & Wulandari, T. (2022). Predatory publishing practices in low-ranked journals: Risks and challenges. Journal of Scholarly Publishing, 54(1), 78–95.
-
Supriyanto, E., & Sari, D. (2020). Academic productivity and Scopus-indexed publications: The role of journal quartiles in higher education. International Journal of Educational Development, 76, 102223.
-
Zhang, Y., & Chen, J. (2023). Strategies for selecting journals: Balancing speed, quality, and visibility. Publishing Research Quarterly, 39(2), 167–185.
-
Wang, H., & Li, X. (2021). Open access and quartile rankings: Implications for early-career researchers. Scientometrics, 126(5), 3921–3940.
Komentar
Posting Komentar